Sinar pelita memenuhi ruang legar kamar jiwanya,
Pada awalnya gelap gelita,
Kini bercahaya,
Walau kecil api pelita itu namun besar jasanya,
Dirinya tak perlukan cahaya sebesar raksasa,
Cukuplah sekadar penyuluh jalan menuju ke arah - Nya.
Sinar pelita memenuhi ruang legar kamar jiwanya,
Pada awalnya gelap gelita,
Kini bercahaya,
Walau kecil api pelita itu namun besar jasanya,
Dirinya tak perlukan cahaya sebesar raksasa,
Cukuplah sekadar penyuluh jalan menuju ke arah - Nya.
Termenung aku di satu sudut,
Memikir masa depan hingga dahi berkerut,
Termenung aku di satu sudut,
Melayan jiwa yang kacau bilau dan kusut,
Termenung aku di satu sudut,
Mengenang masa lalu yang sangat serabut,
Termenung aku di satu sudut,
Mencari sinar bahagia yang sukar umpama mencari seekor kutu di celah ratusan urat rambut.